NAMA : FADHLY MUHARRAM
NPM : 53414754
KELAS : 3IA22
MATA KULIAH : Pengantar Teknologi Game
DOSEN : Rifki Amalia
PENULISAN KE 12
Pemecahan
optimal dikatakan dicapai jika tidak ada satupun pemain akan memperoleh manfaat
dari perubahan strateginya. Dalam kasus ini, permainan tersebut dikatakan
stabil.
Kriteria
pemecahan masalah yang digunakan adalah kriteria minimaks-maksimin.
Contoh Kasus :
Pertimbangkan matriks hasil diatas, yang mewakili keuntungan
Pemain A. !
Perhitungan nilai minimaks dan maksimin diperlihatkan dalam
matrik diatas dengan penjelasan sebagai berikut :
Pemain A
memainkan strategi pertamanya, ia dapat memperoleh 8, 2, 9 atau 5, yang
bergantung pada strategi yang dipilih Pemain B. Tetapi, ia pasti memperoleh
keuntungan setidaknya sebesar min { 8,2,9,5 } = 2 tanpa bergantung pada
strategi yang dipilih Pemain B.
Demikian pula jika Pemain A memainkan strateginya yang
kedua, ia dijamin memperoleh setidaknya min { 6,5,7,18 } = 5, dan jika ia
memainkan strateginya yang ketiga, ia
dijamin memperoleh setidaknya min { 7,3,-4,10 } = -4. Jadi nilai minimum di setiap baris mewakili
keuntungan minimum yang dijamin bagi Pemain A jika ia memainkan strategi murni.
Angka-angka ini ditunjukkan dalam matriks tersebut pada ”Minimum dari baris”.
Selanjutnya dengan memilih strateginya yang kedua, Pemain A memaksimumkan keuntungan
minimumnya. Keuntungan ini diketahui max ( 2, 5, -4 ) = 5. Pemilihan Pemain A
disebut strategi maksimin, dan keuntungannya disebut nilai maksimin (nilai
bawah) dari permainan.
Sebaliknya,
Pemain B ingin meminimumkan kerugiannya. Ia menyadari bahwa, jika ia memainkan
strategi murni pertamanya, ia akan
merugi tidak lebih dari max { 8, 6, 7 } = 8 tanpa bergantung pada pemilihan
Pemain A. Argumen serupa dapat juga dibuat untuk ketiga strategi lainnya. Hasil
yang bersesuaian ditunjukkan dalam matriks diatas dengan ”Maksimum dari kolom”. Jadi Pemain B akan memilih strategi
yang meminimumkan kerugian maksimumnya. Strategi ini diketahui strategi kedua
dan kerugian yang bersesuaian diketahui
min { 8, 5, 9, 18 } = 5. Pemilihan Pemain B disebut sebagai strategi minimaks
dan kerugiannya disebut sebagai nilai minimaks (nilai atas) dari permainan.
Dari kondisi
yang mengatur kriteria minimaks, nilai minimaks (nilai atas) adalah lebih besar
atau sama dengan nilai maksimin (nilai bawah). Dalam kasus dimana persamaan
berlaku, yaitu : nilai minimaks = nilai
maksimin, strategi murni yang bersangkutan disebut sebagai strategi ”optimal” dan
permainan tersebut dikatakan memiliki titik sadel (saddle point). Nilai
permainan ini, dengan dipilihnya strategi murni yang optimal tersebut, adalah
sama dengan nilai maksimin dan minimaks tersebut.
Dalam contoh diatas, nilai maksimin = nilai minimaks = 5.
Hal ini menunjukkan bahwa permainan ini memiliki titik keseimbangan yang
diketahui dengan entri (2, 2) dari matriks tersebut. Karena itu nilai permainan
ini adalah 5.
Sumber :
http://kampungsharing.blogspot.co.id/2012/04/teori-permainan-pada-teknik-riset_23.html

Comments
Post a Comment